The End

0 komentar
"Ketika kami berusia 18 tahun kami jatuh cinta. Saling menyukai, menangis, berlari, berlutut.... Dan berpaling satu sama lain untuk kesekian kalinya. Walaupun begitu, saat kami berusia 18 tahun, berlari ke pelukan masing-masing, saling berpegangan tangan, dan berpelukan dengan erat satu sama lain. Kami mungkin akan terjatuh lagi. Dan kami mungkin bisa saja berlutut. Tapi satu hal yang pasti. Tidak peduli apapun itu, kami harus melaluinya."

-The Heirs-

LOL

0 komentar
Damn it!! Ryan you made my day!!! LOL

If True Love Does Exist

0 komentar
Ada yang aku suka dari kamar VIP 1 ini. Pasiennya nenek2. Apa yang istimewa? Suaminya, kakek yg usianya tidak terpaut jauh. Mereka lucu. Sangat. Badannya gemuk-gemuk. Pipinya tembam. Dan, yaa Allah mereka sangat mirip. 

Setiap hari, setiap aku berkunjung mereka selalu bersama. Setiap aku selesai mengukur vital sign nenek, si kakek selalu menyakan hasilnya dengan penuh perhatian. Kadang si nenek rewel buru-buru ingin pulang. Lalu si kakek mengomeli dengan lucunya. Aku selalu gagal menahan tawa.

Selepas mengantar si nenek masuk ruang radiologi aku berbalik badan hendak menutup pintu. Dan hey, ternyata si kakek tengah membuntuti di belakangku dengan langkah tergopoh menahan berat tubuhnya. Tapi dia tetap tersenyum. Perawat langsung menyuruhnya masuk menemani si nenek.

Kau tau betapa senangnya melihat hal itu? They love each other. And they grow old together. I don't know anything about true love. But if it's really exist, I think I've seen it :)

Aku sedang berada di depan ruang Radiologi ketika menulis catatan ini. Samar-samar aroma kopi susu tercium. Nikmat. Aroma favoritku.


-Radiology Room. 26th June 2014